jump to navigation

Billie Joe armstrong’s Biography Januari 26, 2010

Posted by mrfahmi in Uncategorized.
add a comment

Nickname
BJ
Billie

Height
5′ 7″ (1.70 m)

Mini Biography

Billie Joe Armstrong was born in Oakland, California on February 17th, 1972. He was the youngest of six children in a family of wide musical talent. His mother worked as a waitress in a local diner, Rod’s Hickory Pitt, and his father worked as a jazz musician and Safeway truck driver.

Billie Joe always shone above his siblings with his clear musical ability. From a young age, he was cheering people up at local hospitals with his beautiful singing. He attended singing lessons and was always destined for greatness. The first clear sign of this was when at the age of only five; he recorded his very first song at a recording studio in Berkeley. The song was called “Look For Love” and found him an interview with a local radio station, a clip of which can be found as the introduction of one of Green Day’s songs: “Maria.”

At the age of 11, Billie Joe’s father, Ollie, gave him his very first electric guitar, which he named Blue because of its pale blue color. Billie Joe treasured this guitar, a Fender Stratocaster; although little did he know, it was the beginning of a lifetime career in music. He continues to use the guitar today, and has had many replicas made.

Billie Joe formed a very strong relationship with his father, who died of cancer of the esophagus in 1982. His mother soon found herself a new husband whom none of the six children liked and caused Billie Joe to write his first song “Why Do You Want Him” which appears on Green Day’s debut album, “1039/Smoothed Out Slappy Hours”. He released a lot of his anger out on his guitar playing the hardcore punk rock songs he still sings today; unfortunately, he also released a lot of his anger with physical violence, both at school and at home, with his stepfather.

Billie Joe was 10 when he met Mike Dirnt in the school cafeteria in 1982. During sleepovers at each other’s houses, they played songs by old heavy metal warhorses such as Ozzy Osbourne, Def Leppard, and Van Halen. At the young age of 15, Mike moved out of his own home due to disagreements with his adoptive parents and moved into a separated apartment in Billie Joe’s house. This allowed the two to bond further, Billie Joe persuaded Mike to buy an electric guitar as well so that the two could practice together in the garage of his home. They were often laughed at at school for their dress sense and taste in music, but the two stayed true to their music and punk life-style and did not lose hope at any stage of their journey to get their message out there. The two young musicians where born to be rebellious and at no point did they even consider changing this (lebih…)

Ayooo…. Selamatkan Bumi Kita!! Oktober 16, 2009

Posted by mrfahmi in Lingkungan.
add a comment
Selamatkan Bumi Kita !!!

Selamatkan Bumi Kita !!!

Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel On Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola prepitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Penyebab pemanasan global

Efek rumah kaca

Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.

Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F)dari temperaturnya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.

Efek umpan balik

Anasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.

Efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Apakah efek netto-nya menghasilkan pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). Walaupun demikian, umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat.

Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.

Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.

Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.

Variasi Matahari

Variasi Matahari selama 30 tahun

Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini. Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960, yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.

Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari mungkin telah diabaikan dalam pemanasan global. Dua ilmuan dari Duke University mengestimasikan bahwa Matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 45-50% peningkatan temperatur rata-rata global selama periode 1900-2000, dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000. Stott dan rekannya mengemukakan bahwa model iklim yang dijadikan pedoman saat ini membuat estimasi berlebihan terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh Matahari; mereka juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga telah dipandang remeh.Walaupun demikian, mereka menyimpulkan bahwa bahkan dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap pengaruh Matahari sekalipun, sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca.

Pada tahun 2006, sebuah tim ilmuan dari Amerika Serikat, German dan Swiss menyatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya peningkatan tingkat “keterangan” dari Matahari pada seribu tahun terakhir ini. Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar 0,07% dalam tingkat “keterangannya” selama 30 tahun terakhir. Efek ini terlalu kecil untuk berkontribusi terhadap pemansan global. Sebuah penelitian oleh Lockwood dan Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pemanasan global dengan variasi Matahari sejak tahun 1985, baik melalui variasi dari output Matahari maupun variasi dalam sinar kosmis.

Peternakan (konsumsi daging)

Dalam laporan terbaru, Fourth Assessment Report, yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), satu badan PBB yang terdiri dari 1.300 ilmuwan dari seluruh dunia, terungkap bahwa 90% aktivitas manusia selama 250 tahun terakhir inilah yang membuat planet kita semakin panas. Sejak Revolusi Industri, tingkat karbon dioksida beranjak naik mulai dari 280 ppm menjadi 379 ppm dalam 150 tahun terakhir. Tidak main-main, peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer Bumi itu tertinggi sejak 650.000 tahun terakhir!

IPCC juga menyimpulkan bahwa 90% gas rumah kaca yang dihasilkan manusia, seperti karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida, khususnya selama 50 tahun ini, telah secara drastis menaikkan suhu Bumi. Sebelum masa industri, aktivitas manusia tidak banyak mengeluarkan gas rumah kaca, tetapi pertambahan penduduk, pembabatan hutan, industri peternakan, dan penggunaan bahan bakar fosil menyebabkan gas rumah kaca di atmosfer bertambah banyak dan menyumbang pada pemanasan global.

Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi dan berubahnya sistem iklim di bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia.
Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan Panel Antarpemerintah Tentang Perubahan Iklim atau disebut International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah tersebut .

Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, pembangkit tenaga listrik, serta pembabatan hutan.

Tetapi, menurut Laporan Perserikatan Bangsa Bangsa tentang peternakan dan lingkungan yang diterbitkan pada tahun 2006 mengungkapkan bahwa, “industri peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar (18%), jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). ” Hampir seperlima (20 persen) dari emisi karbon berasal dari peternakan. Jumlah ini melampaui jumlah emisi gabungan yang berasal dari semua kendaraan di dunia! 

Sektor peternakan telah menyumbang 9 persen karbon dioksida, 37 persen gas metana (mempunyai efek pemanasan 72 kali lebih kuat dari CO2 dalam jangka 20 tahun, dan 23 kali dalam jangka 100 tahun), serta 65 persen dinitrogen oksida (mempunyai efek pemanasan 296 kali lebih lebih kuat dari CO2). Peternakan juga menimbulkan 64 persen amonia yang dihasilkan karena campur tangan manusia sehingga mengakibatkan hujan asam.

Peternakan juga telah menjadi penyebab utama dari kerusakan tanah dan polusi air. Saat ini peternakan menggunakan 30 persen dari permukaan tanah di Bumi, dan bahkan lebih banyak lahan serta air yang digunakan untuk menanam makanan ternak.

Menurut laporan Bapak Steinfeld, pengarang senior dari Organisasi Pangan dan Pertanian, Dampak Buruk yang Lama dari Peternakan – Isu dan Pilihan Lingkungan (Livestock’s Long Shadow-Environmental Issues and Options), peternakan adalah “penggerak utama dari penebangan hutan …. kira-kira 70 persen dari bekas hutan di Amazon telah dialih-fungsikan menjadi ladang ternak.

Selain itu, ladang pakan ternak telah menurunkan mutu tanah. Kira-kira 20 persen dari padang rumput turun mutunya karena pemeliharaan ternak yang berlebihan, pemadatan, dan erosi. Peternakan juga bertanggung jawab atas konsumsi dan polusi air yang sangat banyak. Di Amerika Serikat sendiri, trilyunan galon air irigasi digunakan untuk menanam pakan ternak setiap tahunnya. Sekitar 85 persen dari sumber air bersih di Amerika Serikat digunakan untuk itu. Ternak juga menimbulkan limbah biologi berlebihan bagi ekosistem.

Konsumsi air untuk menghasilkan satu kilo makanan dalam pertanian pakan ternak di Amerika Serikat

1 kg daging Air (liter)
Daging sapi 1.000.000
Babi 3.260
Ayam 12.665
Kedelai 2.000
Beras 1.912
Kentang 500
Gandum 200
Slada 180

Selain kerusakan terhadap lingkungan dan ekosistem, tidak sulit untuk menghitung bahwa industri ternak sama sekali tidak hemat energi. Industri ternak memerlukan energi yang berlimpah untuk mengubah ternak menjadi daging di atas meja makan orang. Untuk memproduksi satu kilogram daging, telah menghasilkan emisi karbon dioksida sebanyak 36,4 kilo. Sedangkan untuk memproduksi satu kalori protein, kita hanya memerlukan dua kalori bahan bakar fosil untuk menghasilkan kacang kedelai, tiga kalori untuk jagung dan gandum; akan tetapi memerlukan 54 kalori energi minyak tanah untuk protein daging sapi!

Itu berarti kita telah memboroskan bahan bakar fosil 27 kali lebih banyak hanya untuk membuat sebuah hamburger daripada konsumsi yang diperlukan untuk membuat hamburger dari kacang kedelai!

Dengan menggabungkan biaya energi, konsumsi air, penggunaan lahan, polusi lingkungan, kerusakan ekosistem, tidaklah mengherankan jika satu orang berdiet daging dapat memberi makan 15 orang berdiet tumbuh-tumbuhan atau lebih.
Marilah sekarang kita membahas apa saja yang menjadi sumber gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.

Anda mungkin penasaran bagian mana dari sektor peternakan yang menyumbang emisi gas rumah kaca. Berikut garis besarnya menurut FAO:

1. Emisi karbon dari pembuatan pakan ternak

a. Penggunaan bahan bakar fosil dalam pembuatan pupuk menyumbang 41 juta ton CO2 setiap tahunnya

b. Penggunaan bahan bakar fosil di peternakan menyumbang 90 juta ton CO2 per tahunnya (misal diesel atau LPG)

c. Alih fungsi lahan yang digunakan untuk peternakan menyumbang 2,4 milyar ton CO2 per tahunnya, termasuk di sini lahan yang diubah untuk merumput ternak, lahan yang diubah untuk menanam kacang kedelai sebagai makanan ternak, atau pembukaan hutan untuk lahan peternakan

d. Karbon yang terlepas dari pengolahan tanah pertanian untuk pakan ternak (misal jagung, gandum, atau kacang kedelai) dapat mencapai 28 juta CO2 per tahunnya. Perlu Anda ketahui, setidaknya 80% panen kacang kedelai dan 50% panen jagung di dunia digunakan sebagai makanan ternak.7

e. Karbon yang terlepas dari padang rumput karena terkikis menjadi gurun menyumbang 100 juta ton CO2 per tahunnya

2. Emisi karbon dari sistem pencernaan hewan

a. Metana yang dilepaskan dalam proses pencernaan hewan dapat mencapai 86 juta ton per tahunnya.

b. Metana yang terlepas dari pupuk kotoran hewan dapat mencapai 18 juta ton per tahunnya.

3. Emisi karbon dari pengolahan dan pengangkutan daging hewan ternak ke konsumen

a. Emisi CO2 dari pengolahan daging dapat mencapai puluhan juta ton per tahun.

b. Emisi CO2 dari pengangkutan produk hewan ternak dapat mencapai lebih dari 0,8 juta ton per tahun.
Dari uraian di atas, Anda bisa melihat besaran sumbangan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari tiap komponen sektor peternakan. Di Australia, emisi gas rumah kaca dari sektor peternakan lebih besar dari pembangkit listrik tenaga batu bara. Dalam kurun waktu 20 tahun, sektor peternakan Australia menyumbang 3 juta ton metana setiap tahun (setara dengan 216 juta ton CO2), sedangkan sektor pembangkit listrik tenaga batu bara menyumbang 180 juta ton CO2 per tahunnya.

Tahun lalu, penyelidik dari Departemen Sains Geofisika (Department of Geophysical Sciences) Universitas Chicago, Gidon Eshel dan Pamela Martin, juga menyingkap hubungan antara produksi makanan dan masalah lingkungan. Mereka mengukur jumlah gas rumah kaca yang disebabkan oleh daging merah, ikan, unggas, susu, dan telur, serta membandingkan jumlah tersebut dengan seorang yang berdiet vegan.

Mereka menemukan bahwa jika diet standar Amerika beralih ke diet tumbuh-tumbuhan, maka akan dapat mencegah satu setengah ton emisi gas rumah kaca ektra per orang per tahun. Kontrasnya, beralih dari sebuah sedan standar seperti Toyota Camry ke sebuah Toyota Prius hibrida menghemat kurang lebih satu ton emisi CO2.

Mengukur pemanasan global

Hasil pengukuran konsentrasi CO2 di Mauna Loa

Pada awal 1896, para ilmuan beranggapan bahwa membakar bahan bakar fosil akan mengubah komposisi atmosfer dan dapat meningkatkan temperatur rata-rata global. Hipotesis ini dikonfirmasi tahun 1957 ketika para peneliti yang bekerja pada program penelitian global yaitu International Geophysical Year, mengambil sampel atmosfer dari puncak gunung Mauna Loa di Hawai.

Hasil pengukurannya menunjukkan terjadi peningkatan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer. Setelah itu, komposisi dari atmosfer terus diukur dengan cermat. Data-data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa memang terjadi peningkatan konsentrasi dari gas-gas rumah kaca di atmosfer.

Para ilmuan juga telah lama menduga bahwa iklim global semakin menghangat, tetapi mereka tidak mampu memberikan bukti-bukti yang tepat. Temperatur terus bervariasi dari waktu ke waktu dan dari lokasi yang satu ke lokasi lainnya. Perlu bertahun-tahun pengamatan iklim untuk memperoleh data-data yang menunjukkan suatu kecenderungan (trend) yang jelas. Catatan pada akhir 1980-an agak memperlihatkan kecenderungan penghangatan ini, akan tetapi data statistik ini hanya sedikit dan tidak dapat dipercaya.

Stasiun cuaca pada awalnya, terletak dekat dengan daerah perkotaan sehingga pengukuran temperatur akan dipengaruhi oleh panas yang dipancarkan oleh bangunan dan kendaraan dan juga panas yang disimpan oleh material bangunan dan jalan. Sejak 1957, data-data diperoleh dari stasiun cuaca yang terpercaya (terletak jauh dari perkotaan), serta dari satelit. Data-data ini memberikan pengukuran yang lebih akurat, terutama pada 70 persen permukaan planet yang tertutup lautan. Data-data yang lebih akurat ini menunjukkan bahwa kecenderungan menghangatnya permukaan Bumi benar-benar terjadi. Jika dilihat pada akhir abad ke-20, tercatat bahwa sepuluh tahun terhangat selama seratus tahun terakhir terjadi setelah tahun 1980, dan tiga tahun terpanas terjadi setelah tahun 1990, dengan 1998 menjadi yang paling panas.

Dalam laporan yang dikeluarkannya tahun 2001, Intergovernmental Panel Onm Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa temperatur udara global telah meningkat 0,6 derajat Celsius (1 derajat Fahrenheit) sejak 1861. Panel setuju bahwa pemanasan tersebut terutama disebabkan oleh aktivitas manusia yang menambah gas-gas rumah kaca ke atmosfer. IPCC memprediksi peningkatan temperatur rata-rata global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.

IPCC panel juga memperingatkan, bahwa meskipun konsentrasi gas di atmosfer tidak bertambah lagi sejak tahun 2100, iklim tetap terus menghangat selama periode tertentu akibat emisi yang telah dilepaskan sebelumnya. karbon dioksida akan tetap berada di atmosfer selama seratus tahun atau lebih sebelum alam mampu menyerapnya kembali.

Jika emisi gas rumah kaca terus meningkat, para ahli memprediksi, konsentrasi karbondioksioda di atmosfer dapat meningkat hingga tiga kali lipat pada awal abad ke-22 bila dibandingkan masa sebelum era industri. Akibatnya, akan terjadi perubahan iklim secara dramatis. Walaupun sebenarnya peristiwa perubahan iklim ini telah terjadi beberapa kali sepanjang sejarah Bumi, manusia akan menghadapi masalah ini dengan resiko populasi yang sangat besar.

Model iklim

Prakiraan peningkatan temperature terhadap beberapa skenario kestabilan (pita berwarna) berdasarkan Laporan Pandangan IPCC ke Empat. Garis hitam menunjukkan prakiraan terbaik; garis merah dan biru menunjukkan batas-batas kemungkinan yang dapat terjadi.

Perhitungan pemanasan global pada tahun 2001 dari beberapa model iklim berdasarkan scenario SRES A2, yang mengasumsikan tidak ada tindakan yang dilakukan untuk mengurangi emisi.


Para ilmuan telah mempelajari pemanasan global berdasarkan model-model computer berdasarkan prinsip-prinsip dasar dinamikan fluida, transfer radiasi, dan proses-proses lainya, dengan beberapa penyederhanaan disebabkan keterbatasan kemampuan komputer. Model-model ini memprediksikan bahwa penambahan gas-gas rumah kaca berefek pada iklim yang lebih hangat. Walaupun digunakan asumsi-asumsi yang sama terhadap konsentrasi gas rumah kaca di masa depan, sensivitas iklimnya masih akan berada pada suatu rentang tertentu.

Dengan memasukkan unsur-unsur ketidakpastian terhadap konsentrasi gas rumah kaca dan pemodelan iklim, IPCC memperkirakan pemanasan sekitar 1.1 °C hingga 6.4 °C (2.0 °F hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.Model-model iklim juga digunakan untuk menyelidiki penyebab-penyebab perubahan iklim yang terjadi saat ini dengan membandingkan perubahan yang teramati dengan hasil prediksi model terhadap berbagai penyebab, baik alami maupun aktivitas manusia.

Model iklim saat ini menghasilkan kemiripan yang cukup baik dengan perubahan temperature global hasil pengamatan selama seratus tahun terakhir, tetapi tidak mensimulasi semua aspek dari iklim. Model-model ini tidak secara pasti menyatakan bahwa pemanasan yang terjadi antara tahun 1910 hingga 1945 disebabkan oleh proses alami atau aktivitas manusia; akan tetapi; mereka menunjukkan bahwa pemanasan sejak tahun 1975 didominasi oleh emisi gas-gas yang dihasilkan manusia.

Sebagian besar model-model iklim, ketika menghitung iklim di masa depan, dilakukan berdasarkan skenario-skenario gas rumah kaca, biasanya dari Laporan Khusus terhadap Skenario Emisi (Special Reports On Emissions Scenarios / SRES) IPCC. Yang jarang dilakukan, model menghitung dengan menambahkan simulasi terhadap siklus karbon; yang biasanya menghasilkan umpan balik yang positif, walaupun responnya masih belum pasti (untuk skenario A2 SRES, respon bervariasi antara penambahan 20 dan 200 ppm CO2). Beberapa studi-studi juga menunjukkan beberapa umpan balik positif.

Pengaruh awan juga merupakan salah satu sumber yang menimbulkan ketidakpastian terhadap model-model yang dihasilkan saat ini, walaupun sekarang telah ada kemajuan dalam menyelesaikan masalah ini. Saat ini juga terjadi diskusi-diskusi yang masih berlanjut mengenai apakah model-model iklim mengesampingkan efek-efek umpan balik dan tak langsung dari variasi matahari.

Dampak pemanasan global

Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia.

Iklim Mulai Tidak Stabil

Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.

Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasipada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat Siklus air). Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.

Peningkatan Permukaan Laut

Ayo Kembali ke zaman dulu "Jemurlah Pakaian Dengan Sinar Matahari"

Ayo Kembali ke zaman dulu "Jemurlah Pakaian Dengan Sinar Matahari"

Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.

Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm (4 – 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 – 35 inchi) pada abad ke-21.

Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.

Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.

Suhu Global Cenderung Meningkat

Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.

Gangguan Ekologis

Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.

Dampak Sosial Dan Politik

Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrein, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterbone Disease) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perbuhan ekosistem yang ekstreem ini. hal ini juga akan berdampak perubahan iklim (Climat change)yang bis berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan, DBD Kaitan dengan musim hujan tidak menentu)

Gradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

Perdebatan tentang pemanasan global

Tidak semua ilmuwan setuju tentang keadaan dan akibat dari pemanasan global. Beberapa pengamat masih mempertanyakan apakah temperatur benar-benar meningkat. Yang lainnya mengakui perubahan yang telah terjadi tetapi tetap membantah bahwa masih terlalu dini untuk membuat prediksi tentang keadaan di masa depan. Kritikan seperti ini juga dapat membantah bukti-bukti yang menunjukkan kontribusi manusia terhadap pemanasan global dengan berargumen bahwa siklus alami dapat juga meningkatkan temperatur. Mereka juga menunjukkan fakta-fakta bahwa pemanasan berkelanjutan dapat menguntungkan di beberapa daerah.

Para ilmuwan yang mempertanyakan pemanasan global cenderung menunjukkan tiga perbedaan yang masih dipertanyakan antara prediksi model pemanasan global dengan perilaku sebenarnya yang terjadi pada iklim. Pertama, pemanasan cenderung berhenti selama tiga dekade pada pertengahan abad ke-20; bahkan ada masa pendinginan sebelum naik kembali pada tahun 1970-an. Kedua, jumlah total pemanasan selama abad ke-20 hanya separuh dari yang diprediksi oleh model. Ketiga, troposfer, lapisan atmosfer terendah, tidak memanas secepat prediksi model. Akan tetapi, pendukung adanya pemanasan global yakin dapat menjawab dua dari tiga pertanyaan tersebut.

Kurangnya pemanasan pada pertengahan abad disebabkan oleh besarnyapolusi udara yang menyebarkan partikulat-partikulat, terutama sulfat, ke atmosfer. Partikulat ini, juga dikenal sebagai aerosol, memantulkan sebagian sinar matahari kembali ke angkasa luar. Pemanasan berkelanjutan akhirnya mengatasi efek ini, sebagian lagi karena adanya kontrol terhadap polusi yang menyebabkan udara menjadi lebih bersih.

Keadaan pemanasan global sejak 1900 yang ternyata tidak seperti yang diprediksi disebabkan penyerapan panas secara besar oleh lautan. Para ilmuan telah lama memprediksi hal ini tetapi tidak memiliki cukup data untuk membuktikannya. Pada tahun 2000, U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memberikan hasil analisa baru tentang temperatur air yang diukur oleh para pengamat di seluruh dunia selama 50 tahun terakhir. Hasil pengukuran tersebut memperlihatkan adanya kecenderungan pemanasan: temperatur laut dunia pada tahun 1998 lebih tinggi 0,2 derajat Celsius (0,3 derajat Fahrenheit) daripada temperatur rata-rata 50 tahun terakhir, ada sedikit perubahan tetapi cukup berarti.

Pertanyaan ketiga masih membingungkan. Satelit mendeteksi lebih sedikit pemanasan di troposfer dibandingkan prediksi model. Menurut beberapa kritikus, pembacaan atmosfer tersebut benar, sedangkan pengukuran atmosfer dari permukaan Bumi tidak dapat dipercaya. Pada bulan Januari 2000, sebuah panel yang ditunjuk oleh National Academy of Sciences untuk membahas masalah ini mengakui bahwa pemanasan permukaan Bumi tidak dapat diragukan lagi. Akan tetapi, pengukuran troposfer yang lebih rendah dari prediksi model tidak dapat dijelaskan secara jelas.

Pengendalian pemanasan global

Jangan cemari udara

Jangan cemari udara

Konsumsi total bahan bakar fosil di dunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan. Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan.

Kerusakan yang parah dapat diatasi dengan berbagai cara. Daerah pantai dapat dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Cara lainnya, pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi. Beberapa negara, seperti Amerika Serikat, dapat menyelamatkan tumbuhan dan hewan dengan tetap menjaga koridor (jalur) habitatnya, mengosongkan tanah yang belum dibangun dari selatan ke utara. Spesies-spesies dapat secara perlahan-lahan berpindah sepanjang koridor ini untuk menuju ke habitat yang lebih dingin.

Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.

Menghilangkan karbon

Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.

Gas karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat Enchanced oil Recovery). Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, di mana karbon dioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.

Salah satu sumber penyumbang karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. Pada saat itu, Batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh Minyak Bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbon dioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbon dioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbon dioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbon dioksida sama sekali.Persetujuan internasional


Kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Di tahun 1992, pada Earth Summit di Rio De Jainero, Brazil, 150 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian yang mengikat. Pada tahun 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto.

Perjanjian ini, yang belum diimplementasikan, menyerukan kepada 38 negara-negara industri yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk memotong emisi mereka ke tingkat 5 persen di bawah emisi tahun 1990. Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012. Pada mulanya, Amerika Serikat mengajukan diri untuk melakukan pemotongan yang lebih ambisius, menjanjikan pengurangan emisi hingga 7 persen di bawah tingkat 1990; Uni Eropa, yang menginginkan perjanjian yang lebih keras, berkomitmen 8 persen; dan Jepang 6 persen. Sisa 122 negara lainnya, sebagian besar negara berkembang, tidak diminta untuk berkomitmen dalam pengurangan emisi gas.

Akan tetapi, pada tahun 2001, Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih, George W.Bush mengumumkan bahwa perjanjian untuk pengurangan karbon dioksida tersebut menelan biaya yang sangat besar. Ia juga menyangkal dengan menyatakan bahwa negara-negara berkembang tidak dibebani dengan persyaratan pengurangan karbon dioksida ini. Kyoto Protokol tidak berpengaruh apa-apa bila negara-negara industri yang bertanggung jawab menyumbang 55 persen dari emisi gas rumah kaca pada tahun 1990 tidak meratifikasinya. Persyaratan itu berhasil dipenuhi ketika tahun 2004, PresidenRusia Vladimir Putin meratifikasi perjanjian ini, memberikan jalan untuk berlakunya perjanjian ini mulai 16 februari  2005.

Banyak orang mengkritik Protokol Kyoto terlalu lemah. Bahkan jika perjanjian ini dilaksanakan segera, ia hanya akan sedikit mengurangi bertambahnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer. Suatu tindakan yang keras akan diperlukan nanti, terutama karena negara-negara berkembang yang dikecualikan dari perjanjian ini akan menghasilkan separuh dari emisi gas rumah kaca pada 2035. Penentang protokol ini memiliki posisi yang sangat kuat. Penolakan terhadap perjanjian ini di Amerika Serikat terutama dikemukakan oleh industri minyak, industri batubara dan perusahaan-perusahaan lainnya yang produksinya tergantung pada bahan bakar fosil. Para penentang ini mengklaim bahwa biaya ekonomi yang diperlukan untuk melaksanakan Protokol Kyoto dapat menjapai 300 milyar dollar AS, terutama disebabkan oleh biaya energi. Sebaliknya pendukung Protokol Kyoto percaya bahwa biaya yang diperlukan hanya sebesar 88 milyar dollar AS dan dapat lebih kurang lagi serta dikembalikan dalam bentuk penghematan uang setelah mengubah ke peralatan, kendaraan, dan proses industri yang lebih effisien.

Pada suatu negara dengan kebijakan lingkungan yang ketat, ekonominya dapat terus tumbuh walaupun berbagai macam polusi telah dikurangi. Akan tetapi membatasi emisi karbon dioksida terbukti sulit dilakukan. Sebagai contoh, Belanda, negara industrialis besar yang juga pelopor lingkungan, telah berhasil mengatasi berbagai macam polusi tetapi gagal untuk memenuhi targetnya dalam mengurangi produksi karbon dioksida.

Setelah tahun 1997, para perwakilan dari penandatangan Protokol Kyoto bertemu secara reguler untuk menegoisasikan isu-isu yang belum terselesaikan seperti peraturan, metode dan pinalti yang wajib diterapkan pada setiap negara untuk memperlambat emisi gas rumah kaca. Para negoisator merancang sistem di mana suatu negara yang memiliki program pembersihan yang sukses dapat mengambil keuntungan dengan menjual hak polusi yang tidak digunakan ke negara lain. Sistem ini disebut perdagangan karbon. Sebagai contoh, negara yang sulit meningkatkan lagi hasilnya, seperti Belanda, dapat membeli kredit polusi di pasar, yang dapat diperoleh dengan biaya yang lebih rendah. Rusia, merupakan negara yang memperoleh keuntungan bila sistem ini diterapkan. Pada tahun 1990, ekonomi Rusia sangat payah dan emisi gas rumah kacanya sangat tinggi. Karena kemudian Rusia berhasil memotong emisinya lebih dari 5 persen di bawah tingkat 1990, ia berada dalam posisi untuk menjual kredit emisi ke negara-negara industri lainnya, terutama mereka yang ada di Uni Eropa.

"Jangan Cemari Lingkungan" jagalah untuk anak cucu kita!!!

"Jangan Cemari Lingkungan" jagalah untuk anak cucu kita!!!

Sejarah Candi Borobudur Oktober 16, 2009

Posted by mrfahmi in Sejarah.
add a comment

Patung Budha Mahayana

1. Sejarah Candi Borobudur

Sampai sekarang belum pernah ditemukan sumber – sumber tertulis yang menyebutkan kapan Candi Borobudur itu dibangun sehingga secara tidak pasti tidak dapat ditentukan usianya. Beberapa bukti telah dikemukakan olah para ahli untuk menentukan usia dari bangunan Candi Borobudur itu. Pada bagian kaki Candi Borobudur yang tetutup terdapat tulisan singkat berbahasa sansekerta dengan huruf kawi. Dengan membandingkan bentuk huruf – huruf tersebut dengan prasasti – prasasti bertarikh yang ada di Indonesia, maka sementara sarjana berpendapat bahwa candi Borobudur dibangun sekitar tahun 800 M. Pada abad itu di Jawa tengah berkuasa raja – raja dari Wangsa Syailendra yang menganut agama budha sehingga dapat dikatakan bahwa Borobudur bersifat agama budha Mahayana itu ada hubungannya dengan Wangsa Syailendra.


2. Lokasi Candi Borobudur

Borobudur adalah sebuah candi Budha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa tengah. Lokasi candi adalah ± 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta dan dikelilingi beberapa dusun antara lain Bumi Segoro, Sabreng, Jawahan, Barepan, Ngarak, Kelan, Janan dan Gendingan.
Pada zaman dahulu pulau Jawa terapung ditengah lautan, oleh karenanya harus dipaku pada pusat bumi agar dapat dihuni manusia. Paku yang sangat besar itu kini menjadi sebuah gunung yang terletak di kota Magelang yaitu gunung tidar. Di sebelah selatan gunung Tidar kira – kira jarak 15 km terdapat candi Borobudur. Candi Borobudur yang terletak di daratan kedu hampir seluruhnya di lingkari oleh pegunungan. Di sebelah timur terdapat gunung merapi dan gunung merbabu. Pada gunung merapi itu setiap dua atau tiga tahun terdengar letusan – letusan yang masih aktif dalam kegiatanya. Sisi barat laut terdapat gunung Sumbing dan Sindoro. Juga disebelah selatan yang membujur dari timur ke barat terdapat pegunungan Menoreh. Oleh karena puncak – puncak pegunungan ini banyak yang runcing bagai menara maka pegunungan ini dinamakan pegunungan Menoreh. Dilihat dari Candi Borobudur puncak – puncak pegunungan Menoreh serupa dengan seorang yang sedang berbaring diatas pegunungan tersebut. Karena itulah ada cerita rakyat yang menjelaskan bahwa bagian dari puncak gunung yang serupa dengan orang tidur itu adalah Gunadharma, yaitu ahli bangunan yang berhasil membuat candi Borobudur.


3. Arti atau Makna Candi Borobudur

Bangunan – bangunan kuno yang berasal dari zaman purba sejarah Indonesia (permulaan tarikh masehi sampai akhir abad ke -15) biasanya disebut candi. Sebagian besar dari candi – candi itu tidak diketahui nama aslinya. Candi – candi memang harus ditemukan dahulu, sebelum dimasukan ke dalam khasanah pusaka budaya nusantara. Juga banyak candi – candi yang diberi nama seperti desa di mana candi itu berada. Tetapi ada juga desa yang diberi nama menurut candinya. Hanya satu atau dua candi sajalah yang masih tetap menyimpan nama aslinya. Candi Borobudur sendiri sulit ditentukan apakah nama Borobudur mengambil dari nama desa yang mengambil dari nama candi tersebut.
Banyak teori yang menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini berasal dari kata Sambharabhudara, yaitu artinya gunung ( Bhudara ) dimana di lereng – lerengnya terletak teras – teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainya. Misalkan kata Borobudur berasal dari ucapan para budha yang karena pergeseran bunyi menjadi Borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata Bara dan Beduhur. Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain dimana bara berasal dari bahasa sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan Beduhur artinya ialah tinggi, atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti diatas. Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.
Sejarawan J.G de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada tahun 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karang tengah dan Kahuluan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja dari dinasti Wangsa Syailendra pada masa pemerintahan Samaratungga sekitar 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.
Dari Babad ( kitab sejarah Jawa) dari abad ke-18 tersebut Bukit Borobudur, sedang keterangan yang disampaikan oleh Raffles ( Letnan Gubernur Jendral Inggris ) pada tahun 2824 di desa bumi ditemukan benda purbakala bernama Borobudur. Dengan penemuan itu dapat disimpulkan bahwa Borobudur adalah nama asli dari bangunan candinya. Walau demikian perlu dicatat bahwa tidak ada sesuatu keterangan baik prasasti maupun dokumen lain yang mengungkapkan nama candi Borobudur yang sesungguhnya.
Naskah dari tahun 1365 M, yaitu kitab Negara kertagama karangan Mpu Prapanca juga menyebutkan kata atau nama Budur untuk sebuah bangunan agama budha aliran Wajradha.
Kemungkinan yang ada budur tersebut tidak lain adalah candi Borobudur. Karena tidak adanya keterangan yang lain kiranya tidak bisa diambil suatu kepastian.
Penafsiran Borobudur telah pula dilakukan oleh Raffles berdasarkan keterangan yang ia kumpulkan dari masyarakat luas. Budur merupakan bentuk lain dari Budo yang dalam bahasa jawa berarti kuno. Tetapi bila dikaitkan dengan Borobudur berarti Boro zaman kuno jelas tidak mengandung suatu pengertian yang dapat dikaitkan dengan candi Borobudur. Maka Raffles menerangkan keterangan lain yakni Boro berarti agung dan budur disamakan dengan budha. Maka dengan demikian Borobudur berarti Sang Budha yang agung. Namun karena bara dalam bahasa kuno dapat diartikan banyak maka Borobudur dapat pula berarti budha yang banyak. Perubahan demikian dapat diterangkan dari segi ilmu bahasa.
Bapak Poerbatjaraka (alm) menafsirkan dengan masuk akal. Menurut beliau perkataan Boro itu biar, dengan demikian maka Borobudur berarti Biara Budur.
Drs. Soedirman dalam bukunya “Borobudur Salah Satu Keajaiban Dunia”, menjelaskan mengenai arti nama Borobudur sampai sekarang belum jelas. Namun juga dituliskan bahwa Borobudur berasal dari kata sansekerta Vihara yang berarti kompleks candi dan biara atau asrama.
Jadi, nama Borobudur berarti asrama / vihara atau kelompok candi yang terletak di atas bukit.


4. Tahapan pembangunan Candi Borobudur

1.Tahap Pertama
Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti diperkirakan antara 750 dan 850 M. Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak, tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.

2.Tahap kedua
Pondasi Borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar.

3.Tahap ketiga
Undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa – stupa di bangun pada puncak undak – undak ini dengan satu stupa besar di tengahnya.

4.Tahap keempat
Ada perubahan kecil seperti pembuatan relief perubahan tangga dan lengkung atas pintu. Penemuan dan pemugaran Borobudur.


5.Bentuk Bangunan Candi Borobudur

Bangunan Candi Borobudur berbentuk limas berundak dan apabila dilihat dari atas merupakan bujur sangkar. Bangunan candi ada 10 tingkat yang paling atas berbentuk lingkaran dengan tiga teras.
Teras pertama terdapat : 32 stupa berlubang
Teras kedua terdapat : 24 stupa berlubang
Teras ketiga terdapat : 16 stupa berlubang
Jumlah seluruhnya : 72 stupa berlubang
Masing – masing stupa terdapat patung Budha. Di tengah – tengah stupa tersebut terdapat stupa induk yang merupakan mahkota dari bangunan Candi Borobudur.
Uraian bangunan Candi Borobudur secara teknis dapat dirinci sebagai berikut :
Lebar dasar candi Borobudur : 123 m ( lebar = panjang karena bujur Sangkar)
Tinggi bangunan : 34,5 m setelah restorasi,
42 m sebelum restorasi
Jumlah batu : 55.000 m3 ( 2.000.000 blok batu )
Jumlah stupa : 1 stupa induk
72 stupa berterawang
Stupa induk bergaris tengah : 9.9 m
Tinggi stupa induk : 7 m
Jumlah bidang relief : 1.460 bidang ( ± 2.5 – 3 km)
Jumlah patung Budha : 504 buah
Tinggi patung Budha : 1.5 m


6.Struktur Candi Borobudur

Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua tingkat – tingkatanya beberapa stupa
Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas fisafat mazhab Mahayana. Bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi budha.

Adapun tingkatan – tingkatan itu pada dasarnya dapat pula diterapkan pembagian alam semesta menjadi tiga dunia, yaitu :

1.Dunia paling bawah
Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh Kama atau nafsu rendah. Kamadhatu (dunia hasrat), dalam tingkatan ini manusia masih terikat oleh hasrat bahkan dikuasai oleh hasrat. Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita kamawhibhangga Sebagian struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.

2.Dunia yang lebih tinggi
Empat lantai dengan dinding relief diatasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu, lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu (dunia nafsu) adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung – patung Budha terdapat pada ceruk – ceruk dinding diatas balustrade atau selasar.

3.Dunia yang tertinggi
Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu ( yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud ). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, dimana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung Budha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang – lubang seperti dalam kurungan – kurungan. Dari luar Patung – patung itu masih tampak samar – samar.
Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang – lubang. Di dalam stupa terbesar ini, diduga dulu ada sebuah patung penggambaran Adibudha. Patung yang diduga terbesar ini kini diletakan dalam sebuah museum arkeologi, beberapa ratus meter dari Candi Borobudur. Patung ini dikenal dengan nama Unfinished Budha.
Di masa lalu, beberapa patung Budha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan ke raja Thailand, Chulalongkom yang mengunjungi Hindia Belanda ( kini Indonesia ) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu. Borobudur tidak memiliki ruang pemujaan seperti candi – candi lain. Yang ada ialah lorong – lorong panjang yang merupakan jalan sempit.
Lorong – lorong dibatasi oleh dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong inilah umat Budha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat – tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur Mandala.
Candi Borobudur tidak memiliki bilik ataupun ruangan di dalamannya. Oleh karena itu, tidak dapat berfungsi sepenuhnya sebagai candi, maka lebih tepatnya kiranya kalau bangunan itu kita anggap sebagai bangunan ziarah dan bukan sebagai tempat pemujaan.
Sesungguhnya adanya jenjang – jenjang dan lorong dimaksudkan sebagai pengantar serta pemandu para peziarah untuk ke puncak melalui jalan keliling dari satu tingkat ke tingkat berikutnya.
Perjalanan setingkat demi setingkat sesuai benar dengan aliran Budha yang sangat mementingkan adanya tingkatan – tingkatan dalam persiapan mental para penganut yang setia, melalui tingkatan – tingkatan itulah tujuan akhir perjalanan manusia dapat tercapai, yaitu terlepasnya secara mutlak dari segi ikatan duniawi dan dapat bebas secara mutlak dari kelahiran kembali.


7.Relief Candi Borobudur

Di setiap tingkatan di pahat relief pada dinding candi. Relief – relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuno yang berasal dari bahasa sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief – relief ini bermacam – macam isi ceritanya, antara lain ada relief tentang wiracarita Ramayana. Ada pula relief – relief cerita Jataka.
Pembacaan cerita – cerita relief ini senantiasa dimulai dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi – sisi lainya serupa benar.

Relief Begambar Hewan

Secara runtutan, maka cerita pada relief candi secara tingkat bermakna sebagai berikut :

1.Karmawibhangga
Salah satu ukiran karmawibhangga di dinding Candi Borobudur (lantai 0 sudut tenggara).
Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi, relief yang menghias dinding batu yang terselubung tersebut, menggambarkan hukum karma. Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri (serial) tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai kolerasi sebab akibat. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir – hidup – mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Budha rantai itulah yang akan di akhiri untuk menuju kesempurnaan.
Karmawibhangga_Borobudur
2.Lalitawistara
Merupakan penggambaran riwayat Sang Budha dalam deretan relief – relief ( tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunya Sang Budha dari Sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampaui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur, ke – 27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan, baik di sorga maupun di dunia, sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Budhisattwa selaku calon Budha. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Budha, di arca pada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari negeri Kapilawastu. Relief tersebut berjumlah 120 pigura yang berakhir dengan wejangan pertama yang secara simbolis dinyatakan sebagai pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Budha disebut Dharma yang juga berarti hukum, sedangkan Dharma dilambangkan sebagai roda.

Relief Lalitawistara

Relief Lalitawistara

3.Jataka dan Awadana
Jataka adalah cerita tentang Sang Budha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun juga. Sesungguhnya pengumpulan jasa atau perbuatan baik merupakan tahapan dalam usaha menuju keringat ke – Budhaan.
Sedangkan Awadana pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan dan kitab Awadasanataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief Candi Borobudur Jataka dan Awadana diperlakukan sama artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling tekenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura yang hidup dalam abad ke – 4 Masehi.

Relief Jataka

Relief Jataka

4.Gandawyuha
Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong kedua adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya dalam mencari Pengetahuan Tertinggi tentang kebenaran sejati oleh Sudhana. Penggambaranya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Budha Mahayana yang berjudul Gandawyuha dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainya yaitu Bhadracari.


8.Bentuk Mudra Candi Borobudur

Candi Borobudur tidak hanya diperindah dengan relief – relief dan ukiran hias tetapi juga dapat dibanggakan karena patung – patungnya yang sangat tinggi mutu seninya. Patung – patung itu semua menggambarkan Dhayani Budha, terdapat pada bagian Rupadhatu dan Aruphadatu. Namun tidak semua patung dalam keadaan utuh, banyak yang tanpa kepala atau tangan (300 buah) dan 43 hilang. Hal ini disebabkan oleh bencana alam dan tangan – tangan jahil atau pencurian sebelum candi Borobudur diadakan renovasi. Patung – patung Budha di rupadhatu ditempatkan dalam relung yang tersusun berjajar pada sisi luar pagar langkan sesuai dengan kenyataan bahwa tingkatan – tingkatan bangunanya semakin tinggi semakin kecil ukuranya.
Ditingkat Rupadhatu
Langkah pertama : 104 Patung Budha
Langkah kedua : 104 Patung Budha
Langkah ketiga : 88 Patung Budha
Langkah keempat : 72 Patung Budha
Langkah kelima : 64 Patung Budha
Jumlah seluruhnya : 432 Patung Budha
Tingkat Arupadhatu
Teras bundar pertama : 32 Patung Budha
Teras bundar kedua : 24 Patung Budha
Teras bundar ketiga : 16 Patung Budha
Jumlah seluruhnya : 72 Patung Budha

Sekilas patung – patung Budha itu nampak serupa semuanya, sesungguhnya ada juga perbedaannya. Perbedaan yang sangat jelas ialah sikap tanganya yang disebut Mudra yang merupakan setiap ciri khas dari setiap patung.
Sikap tangan atau Mudra Candi Borobudur ada 6 macam, hanya saja oleh karena kedua macam mudra yang dimiliki oleh patung yang menghadap semua arah baik di bagian Rupadhatu ( langkah tingkat 5 ) maupun bagian Arupadhatu pada umumnya menggambarkan maksud – maksud yang sama. Maka jumlah mudra yang pokok ada 5, yaitu :

1.Bhumispara Mudra
Mudra ini menggambarkan sikap tangan sedang menyentuh tangan. Tangan kiri terbuka menengadah di pangkuan, sedangkan tangan kanan menempel pada lutut kanan dengan jari – jarinya menunjuk kebawah. Sikap tangan ini melambangkan saat Sang Budha memanggil Dewi Bumi sebagai saksi ketika ia menangkis serangan iblis Mara.
2.Wara Mudra
Mudra ini melambangkan sikap tangan sedang memenangkan dan menyatakan “Jangan khawatir”. Tangan kiri terbuka dan menengadah di pangkuan, sedangkan tangan kanan diangkat ke atas lutut kanan dengan telapak menghadap ke muka. Sikap tangan ini melambangkan perihal amal, memberi anugerah atau berkah. Mudra ini adalah khas bagi Dhayani Budha Ratna Sambawa. Patung – patungnya menghadap ke selatan.
3.Dhayani Mudra
Mudra ini menggambarkan sikap semedi. Kedua tangan diletakan di atas pangkuan, yang kanan di atas yang kiri dengan telapaknya menengadah dan kedua jempolnya saling bertemu. Mudra ini merupakan tanda khusus Dhayani Amithaba. Patung – patungnya menghadap ke barat.
4.Abhaya mudra
Mudra ini nampak serupa dengan Bhumispara – mudra tetapi telapak tangan yang kanan menghadap ke atas sedangkan yang jari – jarinya terletak dilutut kanan. Sikap tangan ini melambangkan sedang menenangkan. Mudra ini merupakan tanda khusus Dhayani Budha Amoghasdhi. Patung – pataungnya menghadap ke utara.
5.Dharma cakra mudra
Sikap tangan ini melambangkan gerak memutar roda dharma. Mudra ini menjadi ciri khas Dhayani budha Wairocana daerah kekuasaanya terletak di pusat. Khusus di candi Borobudur Wairocana ini digambarkan juga dengan sikap tangan yang disebut Witarka – mudra.

9.Pemugaran pertama ( Van ERP Tahun 1907 – 1911 )

Karena keadaan Borobudur kian memburuk maka pada tahun 1900 dibentuklah suatu panitia khusus, diketuai oleh Dr. J.L.A Brandes, sangat disayangkan Dr. J.L.A Brandes meninggal tahun 1905 namun laporan bersama yang disusunya tahun 1902 membuahkan rancangan pemugaran. Tahun 1905 dimulai pemugaran besar – besaran yang pertama kali dan dipimpin oleh Van ERP. Pekerjaan ini berlangsung selama 4 tahun sampai tahun 1911 dengan biaya sekitar 100.000 Gulden dan seper sepuluhnya digunakan untuk pemotretan.
Kegiatan Van ERP antara lain memperbaiki system drainase, saluran – saluran pada bukit diperbaiki dan pembuatan canggal untuk mengarahkan air hujan.
Pada tingkat Rupadhatu lantai yang melesak dengan campuran pasir dan tras atau semen sehingga air hujan mengalir melalui dwarajala atau gargoyle. Batu – batu yang runtuh dikembalikan dan beberapa bagian yang miring dan membahayakan diberi penguat. Pada tingkat Rupadhatu, 72 buah stupa dibongkar dan disusun kembali setelah dasarnya diratakan demikian juga pada stupa induknya.
Pada tahun 1926 diadakan pengamatan diketahui adanya pengrusakan sengaja yang dilakukan wisatawan asing yang rupanya ingin memiliki tanda mata dari Borobudur. Kemudian pada tahun 1929 dibentuklah panitia khusus untuk mengadakan penelitian terhadap batu dan reliefnya. Penelitian panitia akhirnya menyimpulkan ada tiga macam kerusakan yang masing – masing disebabkan oleh :

1. Korosi, yang disebabkan oleh pengaruh iklim.
2. Kerja mekanis, yang disebabkan oleh tangan manusia atau kekuatan lain yang datang dari luar.
3. Kekuatan tekanan, kerusakan karena tertekan atau tekanan batu – batuanya berupa retak – retak, bahkan pecah.

10.Pemugaran kedua ( Tahun 1973 – 1983 )

Usaha pemugaran berikutnya dilakukan pada tahun 1963 oleh pemerintah Republik Indonesia dengan menyediakan dana yang cukup besar namun usaha ini terhenti dengan adanya pemberontakan dari partai komunis Indonesia yang membunuh 7 jenderal besar tanggal 30 september atau G30 S/PKI.
Pada tahun 1968 pemerintah Republik Indonesia membentuk panitia nasional untuk melaksanakan pemugaran candi Borobudur. Pada tahun ini juga UNESCO akan membantu pemugaran.
Pada tahun 1969 presiden membubarkan panitia nasional dan membebankan tugasnya pada Menteri Perhubungan bahwa rencana pemugaran candi Borobudur menjadi proyek dalam Repelita. Pada tahun 1970 atas prakarsa UNESCO diadakan diskusi panel yang diadakan di Yogyakarta untuk membahas rencana pemugaran. Kesepakatan yang diperoleh adalah membongkar dan kemudian memasang kembali batu – batu bagian Rupadhatu.
Kemudian pada tanggal 10 agustus 1973 Presiden Soeharto meresmikan dimulainya pemugaran candi Borobudur. Persiapan pemugaran memakan waktu selama dua tahun dan kegiatan fisiknya, yaitu dimulainya dengan pembongkaran batu – batu candi dimulai tahun 1975.
Dengan menggerakan lebih dari 600 pekerja serta batu – batu sebanyak satu juta buah. Bangunan candi yang dipugar adalah bagian Rupadhatu yaitu empat tingkat dari bawah yang berbentuk bujur sangkar. Kegiatan ini memakan waktu sepuluh tahun dan pada tanggal 23 februari 1983 pemugaran candi Borobudur dinyatakan selesai dengan diresmikan oleh Presiden Soeharto dengan ditandai penandatanganan Prasasti. Prasati tersebut bertuliskan : “ Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa pemugaran Candi Borobudur diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia”. Soeharto, Borobudur, 23 februari 1983.

Pihak – pihak yang turut serta dalam pemugaran Candi Borobudur :

  • Pemerintah Negara Republik Indonesia.
  • Rakyat Indonesia didalam dan luar negeri.
  • Japan Association for the restoration of Borobudur in Cooperation with the Asian Cultural Center for UNESCO.
  • American Committee for Borobudur Inc.
  • – Commemorative Asociation of the Japan World Exporition.
  • – International Bussiness Machines Corporation.
  • Netherland National committee for Borobudur.
  • Borobudur Restoration Supporting Group in Nagayo.

Usaha menyelamatkan Candi Borobudur dengan berjuta – juta dolar mempunyai banyak manfaat bagi bangsa kita. Menurut Prof. Soekmono sesungguhnya Candi Borobudur mempunyai nilai lain daripada sekedar objek wisata yaitu sebagai benteng pertahanan kebudayaan kita. Seperti peninggalan purbakala lainya Candi Borobudur menjadi penegak kepribadian bangsa kita sehingga menjadi kewajiban dan tanggung jawab bangsa kita untuk meneruskan keagungan Candi Borobudur kepada anak cucu kita.
Bantuan Internasional melalui UNESCO tidak semata – mata disebabkan beratnya beban yang harus dipikul tetapi disebabkan oleh besarnya hasrat untuk mengajak sebanyak mungkin bangsa lain untuk menangani suatu proyek kemanusiaan seperti Candi Borobudur (Soekmono, 1981).

11.Taman Wisata

Setelah pemugaran candi Borobudur selesai, baru ada gagasan untuk lebih mengembangkan candi Borobudur dan wilayah sekitarnya sehingga akan dapat mendukung keberadaan Candi Borobudur sebagai tujuan wisata utama. Karena dalam setiap liburan terjadi ledakan pengunjung yang jika tidak diwaspadai akan membawa pengaruh bagi pelestarian maupun kenyamanan pengunjung. Itulah sebabnya untuk menjaga dan melestarikanya pemerintah membentuk PT. Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan sebagai salah satu BUMN dibawah naungan Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi.
Pembangunan taman merupakan suatu usaha pembangunan yang beruang lingkup nasional dan hanya berdimensi Tri Patra karena sekaligus merupakan pembangunan sosial demi kepentingan penduduk yang secara integral merupakan juga pembangunan suatu wilayah.

12.Usaha – usaha penyelamatan bangunan bersejarah Candi Borobudur

Foto pertama Borobudur dari tahun 1873. Bendera Belanda tampak pada stupa utama Candi.

1.1814 – Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur jenderal Britania Raya di Jawa, mendengar adanya penemuan benda purbakala di Desa Borobudur. Raffles memerintahkan H.C Cornelius untuk menyelidiki lokasi penemuan, berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

2.1873 – Monografi pertama tentang candi diterbitkan.

3.1900 – Pemerintahan Hindia Belanda menetapkan sebuah panitia pemugaran dan perawatan Candi Borobudur.

4.1907 – Theodoor Van Erp memimpin pemugaran hingga tahun 1911.

5.1926 – Borobudur dipugar kembali, tapi terhenti pada tahun 1940 akibat krisis malaise dan perang dunia II.

6.1956 – Pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO. Prof. Dr. C Coremans datang ke Indonesia dari Belgia untuk meneliti sebab – sebab kerusakan Borobudur.

7.1963 – Pemerintah Indonesia mengeluarkan surat keputusan untuk memugar Borobudur, tapi berantakan setelah terjadi G30 S/PKI.

8.1968 – Pada konferensi ke – 15 di Perancis, UNESCO setuju untuk memberi bantuan untuk menyelamatkan Candi Borobudur.

9.1971 – Pemerintah Indonesia membentuk badan pemugaran Borobudur yang diketuai oleh Prof. Ir. Rooseno.

10.Batu peringatan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan UNESCO.

11.1972 – International Consultative Committee di bentuk dengan melibatkan berbagai negara dan Rooseno sebagai ketuanya. Komite yang disponsori oleh UNESCO menyediakan 5 juta dolar dari biaya pemugaran 7.750 juta dolar, sisanya di tanggung Indonesia.

12.10 Agustus 1973 – Presiden Soeharto meresmikan di mulainya pemugaran Borobudur, pemugaran selesai pada tahun 1984.

13.21 Januari 1985 – Terjadi serangan bom yang merusakan beberapa stupa pada Candi Borobudur yang kemudian segera diperbaiki kembali.

14.1991 – Borobudur di tetapkan sebagai warisan dunia UNESCO.

MUSIC Oktober 16, 2009

Posted by mrfahmi in Musik.
add a comment

Musik My inspiration

Musik My inspiration

PERANAN MUSIK DALAM KONTEKS SOSIAL BUDAYA


Dalam kehidupan, manusia tidak dapat mengelak dari music dan mendengarkan music. Coba saja anda bayangkan hidup di dunia ini tanpa music, rasanya sepi sekali. Keterlibatan tersebut dapat dilakukan dengan menyaksikan pertunjukan secara langsung atau lewat radio, televise dan tape recorder.

Suara music memiliki kekuatan yang langsung menyentuh pendengarnya secara fisik maupun psikologis. Kenikmatan mendengarkan music beraneka ragam dan sifat dan kenikmatan itu dibagai menjadi dua, yaitu :

· Dari susunan suara – suara music itu sendiri sebagai organism yang hidup yaitu keindahan melodi dan keserasian suara oleh warna –warnanya.

· Dari emosi yang terbawa oleh susunan nada –nada dalam music tersebut menimbulkan rasa baru.

Hal ini sebagai makna atau arti music yang kita dengar. Persoalan peresapan keindahan yang melibatkan emosi kita, termasuk hukum – hukum keindahan yang melibatkan emosi kita, termasuk hukum – hukum keindahan yang kreatif. Musik yang baik adalah yang dapat sebagai alat peruraian rasa, jiwa dan rohani manusia. Secara umum music memiliki fungsi :

Sebagai media ekspresi pembabaran atau pengeluaran isi batin, perasaan dan pikiran seseorang sehingga mendapatkan kepuasaan batin, juga untuk memperhalus perasaan kita sehingga dapat membentuk diri seseorang yang memiliki budi pekerti luhur.

1. Jenis – Jenis music modern

Musik modern merupakan perkembangan dari seni music sebelumnya. Dalam kehiudupan music ada jenis music yang dianggap baru dalam masyarakattt dan menjadi sensasi atau bahan perdebatan pro dan kontra, tapi di sisi lain kita juga harus menyadari bahwa budaya atau seni tersebut selalu berkembang serta saling mempengaruhi satu sama lain terutama seperti di era global kayak gini. Kemajauan teknologi informasi menyebabkan dengan cepat kita menerima informasi dari luar melalui radio, televise, in ternet, surat kabar, majalah, rekaman CD atau kaset.

Musik modern awal tumbuhnya dari barat oleh karena itu music modern sering dianggap music barat. Musik barat itu masuk dan berkembang ke berbagai negara termasuk Indonesia.

a. Jenis music Modern

1) Pop atau barat

Alat musiknya terdiri dari bebrapa gitar elektronik, drum alat – alat tiup , organ, dengan disertai vokalis dan sound system yang pada umumnya cocok untuk generasi muda, music pop banyak penggemarnya di masyarakat.

2) Rock atau underground

Aliran music yang komposisinya melodi dan harmoni penuh dengan improvisasi dissonan (tidak enak didengar) dan memekakan telinga semua lagu – lagunya dibawakan dengan penuh emosi yang berkobar – kobar, peralatan musiknya serba elektronik yaitu sound system berkekuatan ribuan watt.

Greenday

3) Jazz

Dimainkan atas dasar ritme dan perasaan disertai dengan spontanitas. Permainanya banyak menggunakan improvisasi – improvisasi vokalis jazz diberikan kebebasan menuangkan perasaan dan menghasilkan improvisasi, yang sebagai arti jazz.

4) Karawitan

Berasal dari kepulauan hawai dengan karakter yang halus dan sopan. Alat instrument yang menonjol adalah karawitan gitar ( letak senarnya lebih tinggi dari senar biasa, dimainkan dengan dua tangan.

Musik modern dapat dikatakan sebagai music dunia atau mendunia. Para komponis dalam menciptakan karya – karyanya, umumnya memiliki bobot seni yang tinggi. Artinya banyak disenangi penggemarnya, suara instrumental musik tersebut dapat bertahan lama, tidak lekas usang meskipun telah puluhan tahun diciptakan. Misalnya lagu- lagu karya The Beatles, Greenday, Queen, Rolling Stones, dan The Beeges dari Australia dan masih banyak lagi yang lainya, he..he..he.. kaya lagunya bang haji rhoma😀

Karakteristik atau keunikan karya music modern barat antara lain penulisan partitur ( teks lagu ) dibuat lengkap, yang terdiri dari beberapa hal berikut :

Ø Nada dasar lagu

Ø Tanda tempo, namun ada juga perubahan tempo pada partitur music lagu lalu kembali ke tempat asal.

Ø Disertai dengan actor.

Ø Ada pola Irama.

Ø Dilengkapi dengan partitur music.

Ø Melodi dibuat lebih dari satu suara.

Ø Terjadi pengulangan melodi.

Ø Sering adanya modulasi.

Ø Terdapat perubahan akor.

Ø Terdapat tanda – tanda dinamik/ tanda ekspresi lagu.

Pada music modern mancanegara (barat) umumnya sebuah karya lagu atau music dibuat dengan penulisan partitur yang lengkap, menyajikan penyaji music atau pembawa lagu dapat menjiwai dan bermain dengan baik atau maksimal seperti yang dikehendaki atau dipesankan oleh pencipta music atau lagu.

O ya, jika kalian mau menulis syair atau lirik lagu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :

1) Harus memperhatikan tata bahasa yang benar seperti : metafora, personifikasi, alegori, dan analogi.

2) Dalam memenggal kalimat agar benar dan sesuai dengan not atau melodi.

3) Syair atau kalimat lagu harus mengalir dan tidak boleh tersendat –sendat.

4) Bentuk kalimat sajak dapat berubah : sajak ash dan hormofoni atau bentuk bebas (tanpa sajak).

Untuk mengubah atau berkreasi music yang baik kita harus mengerti teori music

Unsur utama music meliputi 5 macam yaitu :

1) Melodi : yaitu tinggi rendahnya nada, beberapa nada pada nyanyian rakyat atau lagu daerah umumnya sederhana dan mudah dinyanyikan.

2) Harmoni : adalah suara dua not atau lebih yang dimainkan sekaligus, disebut juga padauan nada atau trinada.

3) Counterpoint : yaitu lagu tambahan yang mengiringi lagu lain. Terjadi ketika dua nada atau l;ebih yang berbeda dimainakn atau dinyanyikan di suatu waktu secara terpisah. Nada tersebut harus menghasilkan harmoni.

4) Irama Iringan : adalah panjang pendeknya bunyi instrument yang digunakan auntuk mengringi melodi.

5) Irama Lagu : adalah cepat lambatnya suatu lagu yang dimainkan, namun tidak sama dengan kecepatan music yang disebut tempo.

Teknik atau cara menggubah musi ada beberapa macam, namun yang baik jika kalian mempunyai sarana atau alat bantu seperti, piano, organ, atau gitar.

Langkah – langkah menggubah atau berkarya music antara lain sebagai berikut :

a. Memiliki koleksi lagu – lagu atau music

b. Menentukan nada tertinggi dan terendah.

c. Menentukan nada dasar, pola irama dan melodi pokok serta seluruh melodi.

d. Dengan bersenandung kita wujudkan dalam bentuk bunyi alat music.

e. Bunyi music tersebut kita putar ulang, dikoreksi, kalau ada penyempurnaan dapat kita ubah.

f. Mulai kita tulis dengan not angka atau not balok tiap – tiap bait lagu.

g. Setelah notasinya selesai, baru kita isi dengan syair lagunya atau kalaimat lagu.

h. Jadikanlah teks lagumu atau hasil karya music anda berdasarkan gagasan sendiri dan tidak melakukan plagiat (membajak lagu orang lain).

Jadi dalam penciptaan lagu dibuat dengan kesungguhan, penuh curahan perasaan dan ide – ide yang cemerlang, sehingga tidak sekedar asal – asalan. Sehingga bila kita amati lagu – lagu barat dapat bertahan lama why…?? And why.? Because lagunya tidak membosankan dan dapat diterima masyarakat di berbagai bangsa di dunia.

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN MUSIK NUSANTARA DAN MANCANEGARA


Sejarah dan perkembangan music nusantara dan mancanegara adalah saling terkait sesuai dengan perkembangan dan kemajuan budaya manusia dan zaman. Selanjutnya, kita dapat mengenal berbagai karya – karya music yang diciptakan para musisi atau komponis dan dapat menyenangkan masyarakat.

a. Tokoh music nusantara dan hasil karyannya.

No.

Nama

Hasil Karya Lagu

1.

WR.Supratman

(1905 – 1939)

Indonesia Raya, Ibu kita Kartini, Di timur Matahari.

2.

Ismail Marzuki

(1914 – 1958)

Indonesia Pusaka, Rayuan pulau kelapa, Halo – halo Bandung, Gugur bunga, fajar harapan.

3.

Kusbini

Bagimu Negeri, Rela, Merdeka, Bersatu padu, Pembangunan.

4.

Gesang

Bengawan Solo, Sapu tangan, Jembatan Merah.

5.

A.Riyanto

Mawar berduri, Kemuning, Mimpi Sedih.

6.

Saiful Bahri

Malam kenangan, Patah hati, Tembang Harapan.

7.

Is Hariyanto

Kenangan Desaku, Tanpamu, Sepanjang Jalan Kenangan.

8.

Koes Plus

Telaga Sunyi, Bus Sekolah, Muda Mudi, Nusantara.

9.

Panbers

Burung dalam sangkar, Pilu, Gereja Tua, Aktor Tua.



b. Tokoh komponis mancanegara dan hasil karyanya.


No.

Nama

Hasil Karya

1.

Guido Van Arezzo (+1050)

Penemu system not solmasi dan penulisan nada pada balok not.

2.

Johan Sebastian Bach

(1685 – 1750) German

Misal dalam b minor, konserto Brandenburg, The St. John Passion, The Well Tempered Clavier.

3.

Franz Yoseph Hayden

(1733 – 1809) Austria “Bapak Orkes Kwartet”

Symphony – symphony London, Oratorio Eliyah, Oxford No.92 G. Mayor, Sonata Piano.

4.

Ludwig Van Beethoven

(1770-1827) German.

“Bapak Symphony”

Symphony 9, 5 konser piano, symphony no. 1C Mayor, Symphony no.2D, Mayor, Symphony no.9d, minor.

5.

Franz Peter Schubert

(1797 – 1823) Austria.

“The Father of Vocal”

Ave Maria, Symphony no.8 Bes Mayor, Symphony no.8b minor, Symphony belum selesai, Mawar Liar, Gretehen At the Spinning Wheel.


c. Tokoh –tokoh penyanyi dan musikus modern Indonesia.

Rahmat Kartolo, Tuti Subarjo, Bob Tutupoly, Ernie Johan, Tety Kady, Arie Kusmiran.

Ebiet G.AD, Iwan fals, Krisdayanti, Dewi Yull, Titiek Puspa, Nicky Astria, Melly Goeslow.

Koes Plus, The Mercys, God Bless, Bimbo, Padi, Boomerang, Slank, Krakatau, Kla Project, Jamrud, Ada Band.

d. Tokoh penyanyi music mancanegara antara lain :

Elvis Presley, Tom Jones, Diana Rose, Michael Jackson, Britney Spears, Sheryl Crow, Alicia Silverstone.

MUSIK BERDASARKAN SEJARAHNYA


Sejarah timbulnya musik modern diawali dari music klasik dan musik sebelumnya, antara lain :


a. Sekolah music Romawi

Ialah sekelompok komponis yang berkarya di Romaselama abad XVIpada paduan suara yang memeriahkan ibadah Sri Paus, cirri – cirri karyanya adalah :

Bersifat Rohani (misa & motet).

Menggabungkan poliponi “Belanda” dan bunyi bulat dan melodi, Italia.

Bergaya acapella (menyanyi tanpa music).

Ritmik yang tenang mengalir, lagu Gregorian diutamakan sebagai Cantus Firmus.

b. Sekolah Di Venesia

Dikenal dengan adanya teknik Coro Spezallo ( paduan suara yang dibelah)

dengan 4 paduan suara dan lebih yang pentas bersama (paduan suara konser, utama acapella, atas, bawah).

c. Musik vocal duniawi dari Italiadan Perancis

Di Italia berupa Carlo Cornes Cialeseo (lagu karnaval) untuk pawai. Frotolla, nama nyanyian aristrokasi. Sopran sebagai suara utama, bas untuk suara kontrapungtonal, alto dan tenor berfungsi sebagai isi.

Perancis, Chanson merupakan jenis music pokok, dalam susunan 4 suara alat motet suara pokok terletak pada tenor, berakhir pada abad XVI .

d. Musik Vokal German

Meinstersinger (abad XVI – XVII) lagu yang dipakai music satu suara.

Volkshied atau lagu rakyat.

Ternoliefd dan liedmotete.

Lagu gereja protestan.

e. Lagu music Instrumental

Sampai masa Barok music Instrumental berperan sebagai pengiring tari dan nyanyian, serta sebagai hiburan , music ini digunakan untuk organ, piano dan untuk flute atau gitar, serta alat music gesek dan ansambel.

f. Musik Klasik

Adalah music dengan mutu harmoni khusus dari struktur tertentu berasal dari abad ke-17 dan 18. Umumnya dimainkan dalam konser.

Sampai sekarang kita masih dapat menikmati dan memainkan music klasik karena adanya catatan tertulis (partitur) music klasik tersebut. Para komponisnya antara lain : Mendelssohm, Schumann dan Chopin.


g. Musik Modern

Dimulai pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Para komponis mencoba menemukan bentuk –bentuk baru.

Dalam sejarah music pop dunia, The Beatles dikenal sebagai pelopor dan band paling sukses di dunia, Kesuksesan tersebut tidak hanya dalam urusan music , namun mempengaruhi segala bidang.

The Beatles adalah band yang besar di panggung, reputasinya sebagai band legendaries diperoleh mulai dengan bermain di klub –klub kecil hingga akhirnya sukses merambah ke panggung konser yang besar.

The Beatles

SEJARAH CANDI PRAMBANAN Oktober 16, 2009

Posted by mrfahmi in Sejarah.
add a comment

CANDI PRAMBANAN DITINJAU DARI SEGI SEJARAH

NIh Candi Prambanan

NIh Candi Prambanan

1.Sejarah Candi Prambanan
Candi Prambanan adalah kelompok percandian Hindu yang dibangun oleh raja – raja Dinasti Sanjaya pada abad XI . Ditemukanya tulisan nama Pikatan pada candi ini menimbulkan pendapat bahwa candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan yang kemudian diselesaikan oleh Rakai Balitung. Berdasarkan prasasti berangka tahun 856 M Prasasti Singawargha sebagai manifest politik untuk menenguhkan kedudukannya sebagai Raja yang besar. Terjadinya perpindahan pusat kerajaan mataram ke Jawa timur, berakibat tidak terawatnya candi – candi di daerah ini ditambah terjadinya gempa bumi serta beberapa kali meletusnya gunung merapi menjadikan candi Prambanan runtuh tinggal puing – puing batu yang berserakan. Sungguh menyedihkan itulah keadaan pada saat penemuan kembali candi Prambanan.
Usaha pemugaran yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda berjalan sangat lamban dan akhirnya pekerjaan yang sangat berharga itu diselesaikan oleh bangsa Indonesia.
Pada tanggal 20 desember 1953 pemugaran candi induk Loro Jonggrang secara resmi dinyatakan selesai oleh Dr. Ir. Soekarno sebagai presiden Republik Indonesia pertama.
Sampai sekarang pekerjaan pemugaran dilanjutkan, yaitu pemugaran candi Brahma dan candi Wisnu. Candi Brahma dipugar mulai tahun 1977 dan selesai pada tanggal 23 Maret 1987 . Sedangkan candi Wisnu mulai dipugar pada tahun 1982 dan diresmikan oleh bapak Presiden Soeharto pada tanggal 27 April 1991.

2. Lokasi Candi Prambanan

Candi Loro Jonggrang atau yang sering disebut Candi Prambanan terletak persis di perbatasan propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan propinsi Jawa tengah, ± 17 km ke arah timur dari kota Yogyakarta atau ± 53 km sebelah barat Solo. Komplek percandian Prambanan ini masuk ke dalam dua wilayah yakni komplek bagian barat masuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan bagian timur masuk wilayah propinsi Jawa tengah. Percandian Prambanan berdiri di sebelah timur sungai opak ± 200 meter sebelah utara jalan raya Yogya – Solo.

3. Asal – usul nama candi Prambanan

Gugusan candi ini dinamakan Prambanan karena terletak di daerah Prambanan. Nama Loro Jonggrang berkaitan dengan legenda yang menceritakan tentang seorang dara yang jonggrang atau gadis yang jangkung putri Prabu Boko.

4. Deskripsi Bangunan
Komplek percandian Prambanan terdiri atas latar bawah, latar tengah dan latar atas (latar pusat) yang makin ke dalam makin tinggi letaknya.
Berturut – turut luasnya 390 meter persegi, panjang 222 meter persegi dan tinggi 110 meter persegi. Didalam latar tengah terdapat reruntuhan candi – candi Perwara.
Apabila seluruhnya telah selesai dipugar, maka akan ada 224 buah candi yang ukuranya semua sama yaitu luas dasar 6 meter persegi dan tingginya 14 meter. Latar pusat adalah latar terpenting di atasnya berdiri 16 buah candi besar dan kecil. Candi – candi utama berdiri atas dua deret yang saling berhadapan. Deret pertama yaitu Candi Siwa, Candi Wisnu dan Candi Bhama. Deret kedua yaitu candi Nandi, Candi Angsa dan Candi Garuda. Pada ujung – ujung lorong yang memisahkan kedua deretan candi tersebut terdapat candi Apit. Delapan candi lainya lebih kecil. Empat diantaranya Candi Kelir dan empat candi lainya disebut Candi Sudut. Secara keseluruhan percandian ini terdiri dari 240 buah candi.

5. Candi – candi di Prambanan

  • Candi Siwa

Candi dengan luas dasar 34 meter persegi dan tinggi 47 meter persegi adalah candi terbesar dan tertinggi. Dinamakan candi Siwa karena didalamanya terdapat arca Siwa Mahadewa yang merupakan arca terbesar. Bangunan ini terbagi atas tiga bagian secara vertical kaki, tubuh dan kepala atau atap. Kaki candi menggambarkan “dunia bawah” tempat manusia yang masih diliputi oleh hawa nafsu, tubuh candi menggambarkan “dunia tengah” tempat manusia yang telah meninggalkan keduniaan dan di atas melukiskan “dunia atas” tempat para dewa.
Gambar kosmos nampak pula dengan adanya arca dewa – dewa dan mahluk surgawi yang menggambarkan Gunung Mahameru ( Mount Everest di India ) tempat para dewa. Pintu utama menghadap ke timur dengan tangga masuknya yang terbesar. Di tangan kirinya berdiri dua arca raksasa penjaga, dengan membawa gada yang merupakan manifestasi dari Siwa. Di dalam candi terdapat empat ruangan yang menghadap ke arah mata angin dan mengelilingi ruangan terbesar yang ada di tengah – tengah. Kamar terdepan kosong, sedangkan ketiga kamar lainnya masing – masing berisi arca : Siwa Maha Guru, Ganesha dan Durga.
Dasar kaki candi dikelilingi oleh selasar yang dibatasi oleh pagar langkan. Pada dinding langkan terdapat relief cerita Ramayana yang dapat diikuti dengan cara Pradaksina ( berjalan searah jarum jam) mulai dari pintu utama. Hiasan – hiasan pada dinding sebelah luar berupa “kinari – kinari” ( kepala raksasa yang lidahnnya berwujud sepasang mitologi) dan mahluk surgawi lainnya.

Atap candi bertingkat – tingkat dengan susunan yang amat komplek masing –masing dihiasi sejumlah ratna dan puncaknya terdapat ratna terbesar.

1. Arca Siwa Mahadewa
Menurut ajaran Trimurti – Hindu, yang paling dihormati adalah dewa Brahma sebagai pencipta alam, kemudian dewa Wisnu sebagai pemelihara, dan dewa Siwa sebagai perusak alam. Tetapi di India maupun di Indonesia , Siwa adalah dewa yang paling terkenal.
Di Jawa, dia dianggap yang tertinggi, karenanya ada yang menghormatinya sebagai Mahadewa. Arca ini mempunyai tinggi 3 meter berdiri di atas landasan batu setinggi 1 meter.
Di antara kaki arca dan landasanya terdapat batu bundar berbentuk bunga teratai. Arca ini menggambarkan Raja Balitung, tanda – tanda sebagai Siwa adalah tengkorak di atas Bulan Sabit pada mahkotanya, mata ketiga pada dahinya, bertangan empat berselampangkan ular, kulit harimau di pingganya serta senjata trisula pada sandaran arcanya. Tangan – tanganya memegang kipas, tasbih, tunas bunga teratai, dan benda bulat sebagai benih alam semesta. Raja Balitung dipandang sebagai penjelmaan Siwa oleh keturunan dan rakyatnya.

2. Arca Siwa Mahaguru
Arca ini berwujud seorang tua yang berjanggut yang berdiri dengan perut gendut. Tangan kananya memegang tasbih, tangan kiri memegang kendi, dan bahunya terdapat kipas. Semuanya adalah tanda – tanda seorang pertapa. Trisula yang terletak di sebelah belakangnya menandakan senjata khas Siwa. Arca ini menggambarkan pendeta alam dalam istana Raja Balitung sekaligus seorang penasihat dan guru. Karena besar jasanya dalam menyebarkan agama Hindu – Siwa, maka ia dianggap salah satu aspek atau bentuk dari Siwa.

3. Arca Ganesha
Arca ini berwujud manusia berkepala gajah, bertangan empat yang sedang duduk dengan perut gendut. Tangan – tangan belakangnya memegang tasbih dan kampak sedangkan tangan – tangannya memegang pahatan gadingnya sendiri dan sebuah mangkuk. Ujung belalainya dimasukan ke dalam mangkuk itu yang menggambarkan bahwa ia tak pernah puas meneguk ilmu pengetahuan. Ganesha memang menjadi lambang kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan, penghalau segala kesulitan. Pada mahkotanya terdapat tengkorak dan bulan sabit sebagai tanda bahwa ia anak Siwa dan Uma, istrinya. Arca ini menggambarkan putra mahkota sekaligus panglima perang Raja Balitung.

4. Arca Durga atau Loro Jonggrang
Arca ini berwujud seorang wanita bertangan delapan yang memegang beraneka macam senjata : cakra, gada, anak panah, ekor banteng, sankha, perisai, busur, panah, dan rambut berkepala Asura. Ia berdiri di atas benteng Nandi dalam sikap tribangga ( tiga gaya gerak yang membentuk tiga lekukan tubuh) Banteng Nandi sebenarnya penjelmaan Daru Asura yang menyamar.
Durga berhasil mengalahkanya dan menginjaknya sehingga dari mulutnya keluarlah Asura yang lalu ditangkapnya. Ia adalah salah satu aspek dari sakti isteri Siwa.
Menurut metologi ia tercipta dari lidah –lidah api yang keluar dari tubuh para dewa. Durga adalah dewa kematian, karenanya arca ini menghadap ke utara yang merupakan arah mata angin kematian. Sebenarnya arca ini sangat indah apabila dilihat dari kejauhan nampak seperti hidup dan tersenyum namun hidungnya telah dirusak oleh tangan –tangan jahil. Arca ini menggambarkan permaisuri Raja Belitung.

  • CandiBrahma

Luas dasarnya 20 m2 dan tingginya 37 meter. Di dalam satu- satunya ruangan yang ada berdirilah arca Brahma berkepala empat dan berlengan empat. Arca ini sebenarnya sangat indah tetapi sudah rusak. Salah satu tangannya memegang tasbih yang menggambarkan waktu dan yang satu memegang kamandalu tempat air. Keempat wajahnya menggambarkan keempat kitab suci Weda masing – masing menghadap keempat arah mata angin. Keempat lengannya menggambarkan keempat arah mata angin. Sebagai pencipta, ia membawa air karena seluruh alam keluar dari air.
Dasar kaki candi juga dikelilingi oleh selasar yang dibatasi oleh pagar langkan dimana pada dinding langkan sebelah dalam terpahat relief lanjutan cerita ramayana dan relief serupa pada candi Siwa hingga tamat.

  • CandiWisnu

Bentuk dan ukuran relief serta hiasan dinding luarnya sama dengan Candi Brahma. Di dalam satu – satunya ruangan yang ada berdirilah arca Wisnu bertangan empat yang memegang gada, cakra, tiram. Pada dinding langkan sebelah dalam terpahat relief cerita kresna sebagai avatara atau penjelmaan Wisnu dan Balarama (Baladewa) kakaknya.

  • CandiNandi

Luas dasarnya 15 meter persegi dan tingginya 25 meter. Di dalam satu – satunya ruangan yang ada, terbaring arca seekor lembu jantan dalam sikap merdeka dengan panjang ± 2 meter. Di sudut belakangnya terdapat arca Dewa Candra. Candra yang bermata tiga berdiri di atas kereta yang ditarik oleh 7 ekor kuda. Candi ini sudah runtuh.

  • Candi Angsa

Candi ini berisi satu ruangan yang tak berisi apapun. Luas dasarnya 13 meter persegi dan tingginya 22 meter. Mungkin ruangan ini hanya digunakan untuk kandang angsa atau hewan yang biasa dikendarai oleh Brahma.

  • Candi Garuda

Bentuk dan ukuran serta hiasan dindingnya sama dengan Candi Angsa. Di dalam satu – satunya ruangan yang ada terdapat arca kecil yang berwujud seekor garuda di atas seekor naga.

  • Candi Apit

Luas dasarnya 6 m2 dengan tinggi 16 meter, ruanganya kosong, mungkin candi ini digunakan untuk bersemedi untuk memasuki candi induk. Karena keindahanya mungkin digunakan untuk menanamkan estetika dalam komplek percandian Prambanan.

  • Candi Kelir

Luas dasarnya 1,55 m2 dengan tinggi 4,10 meter. Candi ini tidak mempunyai tangga masuk fungsinya sebagai penolak bala.

  • Candi Sudut

Ukuran candi – candi ini sama dengan candi kelir.

6. Candi – candi lain di sekitar Prambanan

1. Candi Lumbung, Bubrah dan Sewu

Ketiga candi ini tinggal reruntuhan kecuali candi Sewu yang masih bisa dinikmati keindahanya, semuanya terletak dalam komplek candi Prambanan.

2. Candi Plaosan

Letaknya ± 1 km ke arah timur candi Sewu. Candi ini dibangun pada pertengahan abad 9 M oleh Rakai Pikatan sebagai hadiah kepada permaisurinya. Kelompok Candi Plaosan Lor (utara) terdiri atas dua candi induk, 58 perwara dan 126 buah stupa. Kelompok candi Plaosan kidul (selatan) hanya berupa sebuah candi. Halaman candi induk terbagi 2 yang masing – masing di atasnya berdiri sebuah biara bertingkat dua . Tingkat atas untuk tempat tinggal para pendeta Budha dan tingkat bawah untuk kegiatan keagamaan.

3. Candi Sajiwon

Letak candi ini ± 2 km ke arah tenggara dari percandian Prambanan. Sebagian besar hanya berupa reruntuhan. Pada kaki candi terpahat relief cerita bintang yang mengandung nilai – nilai filsafat.

4. Candi Boko

Letaknya ± 3 km ke arah selatan dari percandiaan Prambanan, berdiri di atas bukit kidul yang merupakan lanjutan dari pegunungan seribu dengan pemandangan alam nan permai di sekitarnya. Bangunan ini sangat unik berbeda dengan bangunan – bangunan lain di sekitarnya dan lebih mengesankan sebuah keraton (istana).
Diperkirakan Balaputera Dewa dan Dinasti Syailendra yang beragama budha mendirikanya pada pertengahan abad 9 M sebagai benteng pertahanan yang strategis terhadap Rakai Pikatan. Menurut legenda disinalah letak istana Ratu Boko, ayah Loro Jonggrang.

5. Candi Banyunibo
Candi ini terletak ± 200 meter ke arah tenggara dari candi Boko, berdiri di atas sebuah lembah. Banyu berarti air, nibo berarti jatuh menetas.

6. Candi Sari
Sari berarti indah atau cantik sesuai bentuknya yang ramping. Mungkin karena keindahanya yang menarik perhatian ia dinamakan demikian. Puncak atapnya berhiasakan 9 stupa yang sama sebangun dan tersusun dalam tiga deret. Di bawah masing – masing stupa terdapat ruangan – ruangan yang bertingkat 2 yang digunakan sebagai tempat meditasi dan mengajar.
Arca – arca Bodhisattwa terpahat pada dinding luarnya. Dinding ini dihias dengan amat indahnya biara Budha yang dibangun pada abad 8 M ini terletak pada sisi kiri jalan raya Yogya – Solo, masuk ± 500 meter ke arah utara. Bangunan dengan panjang 17, 32 meter dan lebar 10 meter ini merupakan sebagian saja dari kumpulan candi yang telah hilang .

7. Candi Kalasan
Peninggalan agama Budha tertua di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa tengah adalah candi Kalasan. Candi ini terletak pada sisi sebelah kanan jalan raya Yogya – Solo 13 km masuk beberapa puluh meter ke arah selatan. Candi ini didirikan oleh Panangkaran, raja kedua dari kerajaan Mataram kuno pada abad 8 M sebagai persembahan kepada Dewi Tara. Lengkung kala – makara dengan hiasan khayangan di atasnya terpahat pintu masuk dengan begitu indahnya. Keindahan hiasan dan relief – reliefnya disebabkan oleh sejenis semen kuno bajralepa. Candi ini dianggap permata kesenian Jawa Tengah.

8. Candi Sambisari
Letaknya ± 5,5 km dari percandiaan Prambanan ke arah barat dan ± 2,5 km ke arah utara dari jalan raya Yogya – Solo. Setelah terpendam, selama berabad – abad karena letusan Gunung Merapi pada bulan juli 1966 ditemukan kembali secara kebetulan oleh seorang petani yang tengah mengerjakan sawahnya. Kemudian di perbaiki dan pada tahun 1986 telah selesai.

Ini adalah hasil karya tulis saya waktu saya mengunjungi kota Yogyakarta, hasil karya tulis Ini sebenarnya saya buat sewaktu saya masih duduk di SMA, mohon maaf jika ada kesalahan mengenai hasil karya tulis ini dan semoga ini bermanfaat bagi yang ingin mengetahui sejarah candi Borobudur dan Candi Prambanan.